"Perasaan itu timbul secara alami." Begitu jawabnya ketika aku tanya seorang teman sefrekuensi tentang 'masa iya orang se-slengekan kita bisa sayang ke anak nanti?'. Dia sudah memiliki anak saat menjawab itu. Sekarang pukul 21:57 WIB, alunan Bittersweet Symphony by David Garret dan kipas angin sebagai white noise memecah keheningan malam ke 29 sendiriku dengan anakku, Sachi Arta Numa yang sedang bobok manis di sebelahku. Pipinya gembul, kedua lengannya yang sekel, badannya berisi. Kadang refleks moronya timbul disertai dengan ngorok ala t-rexnya haha. Bintik-bintik merah entah biang keringat atau air asi yang aku tidak lap bersih di jidatnya :(( maaf, aku sedang belajar. Kedua tangannya membuka kaget, salah satu tangan mungilnya mendarat di bahuku. Malam ini entah keberapa kali aku mendengar tawa active sleepnya. Benar-benar menghiburku. Setelah menggigil pasca operasi sesar, rasa dingin itu tiba-tiba hilang saat mulut si kecil memerah kolostrum yang somehow tubuhku...
Salah satu cabang dalam perlombaan MAPSI SD/MI yaitu Menulis Cerita Islami. Di tahun 2021, Lomba MAPSI di cabang ini diperoleh subtema sebagai berikut : 1. Pemaaf dan bertaubat (meneladani Nabi Adam as) 2. Semangat belajar di masa pandemi (meneladani Nabi Idris as) 3. Kerja keras dan kerjasama (meneladani Nabi Nuh as) 4. Jujur dan kasih sayang (meneladani Nabi Hud as) 5. Pentingnya kebersihan di masa pandemi (meneladani Nabi Muhammad saw) dengan ketentuan tokoh keteladanan dapat ditambah dengan Nabi dan Rasul yang lain, sahabat Nabi Muhammad saw, tokoh muslim internasional, guru, tokoh masyarakat, orang tua, dsb. Berikut saya lampirkan contoh teks cerita islami yang merupakan Juara I tingkat Kota Magelang Jawa Tengah tahun 2021 . Bisa dijadikan inspirasi anda sekalian dalam melatih atau menulis cerita islami di tahun depan. Cerita I Meneladani sifat pemaaf dan bertaubatnya Nabi Adam as. Belajar dari Taubatnya Nabi Adam Kupandangi cahaya yang menembus masuk di kaca jendela kamar kecilku...