"Perasaan itu timbul secara alami."
Begitu jawabnya ketika aku tanya seorang teman sefrekuensi tentang 'masa iya orang se-slengekan kita bisa sayang ke anak nanti?'. Dia sudah memiliki anak saat menjawab itu.
Sekarang pukul 21:57 WIB, alunan Bittersweet Symphony by David Garret dan kipas angin sebagai white noise memecah keheningan malam ke 29 sendiriku dengan anakku, Sachi Arta Numa yang sedang bobok manis di sebelahku. Pipinya gembul, kedua lengannya yang sekel, badannya berisi. Kadang refleks moronya timbul disertai dengan ngorok ala t-rexnya haha. Bintik-bintik merah entah biang keringat atau air asi yang aku tidak lap bersih di jidatnya :(( maaf, aku sedang belajar. Kedua tangannya membuka kaget, salah satu tangan mungilnya mendarat di bahuku. Malam ini entah keberapa kali aku mendengar tawa active sleepnya. Benar-benar menghiburku.
Setelah menggigil pasca operasi sesar, rasa dingin itu tiba-tiba hilang saat mulut si kecil memerah kolostrum yang somehow tubuhku bentuk. Oh begini. Nyeri tak berasa, hanya rasa syukur tak terhingga.
Dan itu benar. Perasaan itu timbul secara alami. Perasaan sayang sesayang-sayangnya itu timbul secara alami. Aku yang jahil dengan keempat keponakanku ini bisa setidak tega itu jahil dengan anak sendiri haha. Maafkan aku, anak-anak.
Ada rasa syukur yang tak terhingga (sekali lagi) dia lahir ke dunia, tanpa alasan apapun. Aku sudah menyayanginya sejak aku melihat garis dua di empat testpack yang aku coba. Rasanya hidupku baru dan lengkap. Rasanya seperti aku kembali menemukan alasan aku harus menyayangi hidup. Dia butuh aku, aku pun butuh dia. Kurasa ini adalah momen yang membuatku yakin akan aku hidup setelah 77 kali ditanya. Aku sebut ini adalah keajaiban.
Sachi. Aku kuat. Tapi Sachi semakin menguatkanku.
Mungkin ini klise, tapi ternyata nyata. Aku akan hidup dan mati untukmu, anakku.
Sachi. Artinya bahagia. Anak yang menjadi berkah kebahagiaan, bernilai tinggi dalam hidup, dan membawa ketenangan bagi sekitarnya.
Ah, mellow kali kalau temanya tentang anak ternyata. Siapa ya yang akan lebih clingy satu sama lain?
Chi, kami akan selalu usahakan hidupmu lebih baik daripada hidup kami.
Komentar
Posting Komentar